rutan-head

Kehidupan anak yang penuh dengan keceriaan dan kebebasan seakan tidak pernah dirasakan anak-anak yang berkonflik dengan hukum. Keseharian mereka diliputi dengan kekhawatiran, kegelisahan, rasa takut, bosan, dan stress menghadapi kerasnya kehidupan di Rumah tahanan (Rutan). Rutan, seperti yang Anda semua ketahui adalah tempat dimana para tersangka menunggu jatuhnya vonis, sebelum status mereka berubah menjadi narapidana. Rutan Kebonwaru, adalah salah satu rutan yang ada di Bandung, dan sama sekali tidak dirancang untuk keberadaan anak-anak.

Layaknya anak Indonesia yang lain, mereka pun berhak mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak-haknya seperti yang tertuang dalam UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka berhak mendapatkan aktivitas dan pelayanan yang mendukung proses tumbuh kembangnya. Sementara rutan bukanlah tempat yang layak untuk menunggu jatuhnya vonis bagi anak-anak itu, karena disana berkumpul sejumlah kriminal lain, yang pada akhirnya justru menjadi tempat anak-anak itu ‘mengasah’ kriminalitas mereka.

Di blog ini Anda akan menemukan catatan dari lapangan, yang merupakan pengalaman langsung para pendamping ketika mendampingi anak-anak di rutan. Ada suka, dan duka. Inilah yang terjadi di sana, kami sajikan tanpa pretensi apapun, kecuali untuk berbagi pengalaman.

Selengkapnya mengenai program pendampingan ini, silakan klik di sini. Selamat membaca!

Reblog this post [with Zemanta]

22250_232152379719_2000233_n

Kegiatan panduan pendidikan NAPZA kepada anak Rutan dan Lapas :
Kegiatan panduan pendidikan NAPZA bagi anak ABH di Rutan dan Lapas dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak ABH tentang NAPZA dan bahayanya juga mendorong anak ABH untuk mampu mengenali dan merumuskan isu tentang NAPZA, karena anak ABH sendiri mereka sebenarnya sudah apa itu NAPZA akan tetapi kami para voluntir relawan anak ABH ingin supaya anak ABH paham akan apa itu NAPZA.
Kegiatan di mulai dengan pembukaan singkat materi tentang NAPZA oleh fasilitator supaya anak bias mengerti akan kegiatan yang akan di lakukan.
Setelah pembukaan singkat tentan NAPZA baru fasilitator mulai dengan membagi kelompok sesuai dengan ada berapa fasilitator yang terlibat di kegiatan NAPZA, kebetulan waktu itu jumlah fasilitator sendiri ada 6 orang fasilitator dan 28 jumlah anak ABH yang ikut kegiatan, dengan jumlah 6 orang fasilitaor dan 28 anak ABH berarti secara biasa kelompok di bagi menjadi lima kelompok anak ABH dan setiap kelompok di damping oleh satu fasilitaot sedang sisa fasilitator dia bertugas memcatat kejadian – kejadian penting di kegiatan nanti yang akan di lakukan.
Setelah pembagian kelompok selasai baru fasilitator utama masuk pada sesi game, game sendiri sifatnya adalah anak supaya tidak terlalu kaku dan anak menjadi santai di saat mengikuti kegiatan.
Game yang kami lakukan adalah game membuat titik dengan alur seperti ini, fasilitator menempelkan kertas flipchar pada dinding sedang anak – anak yang tadi sudah membuat kelompok di suruh di setiap kelompoknya, stelah fasilitator menempelkan kertas flipchart ke dinding baru fasilitator memberikan satu spidol kepada setiap kelompok dan fasilitator mulai menjelaskan alur game yang akan di lakukan. Setelah fasilitaor menjelaskan alur game kepada anak baru game di mulai dengan setiap anak yang berada di baris pertama di setiap kelompoknya, anak di haruskan berputar sesuai urutan baris mereka, jadi kalau anak yang ada di baris pertama berarti anak harus berputar satu kali putaran begitupun yang di baris ke kedua berarti harus berputar duakali dan seterusnya, setelah berputar anak di suruh membuat titik di kertas yang tai sudah di temple di dinding, jarak antara kertas dan anak pun di atur supaya jangan terlalu dekat, jaraknya sendiri yaitu sekitar 3 meter dari kertas, setelah semua anak melakukan putaran dan membuat titik, baru fasilitator mulai menjelaskan makna dari game. Makna game sendiri yaitu supaya anak mengerti kenapa mereka harus berputar dan membuat titik, intinya tidak jauh seperti jikalau anak melakukan atau memakai narkoba mereka tetntu akan mersakan akan berapa banyak mereka memakainya, jadi di setiap putaran artinya kalau nanak memakai narkoba sesuai dengan putaran dan membuat titik, karena setiap putaran dilakukan sesuai urutan baris dari setiap anak, dan tentu saja yag berada di baris paling belakang berarti dia yang banyak melakukan putaran, jadi hamper sana jika kita mengkomsumsi narkoba dapat mengukur seberapa banyak kita memakainya. Setelah itu baru fasilitaor menjelaskan semua inti dari game tersebut kepada anak.
Setelah melakukan pembagian kelompok dan melakukan permainan game baru fasilitaor utama mulai masuk ke sesi selanjutnya yaitu sesi kegiatan setuju atau tidak, kegiatan sendiri dimulai dengan setiap fasilitaor yang mendampingi setiap kelompok anak harus membawa kelompok anak tersebut ke tempat yang tidak berdekatan dengan kelompok yang lain, setelah setiap kelompok mendapat tempat yang nyaman baru setiap fasilitaor memberikan satu kertas flipchart, gambar – gambar jenis NAPZA dan satu spidol. Dari sini fasilitaor yang ada di setiap kelompok harus bias menjelaskan tentang kegiatan yang akan di lakukan.
Kegiatan sendiri dimulai dengan setiap kelompok anak di suruh membuat table dari kertas yang di berikan tadi, table sendiri harus berjumlah tiga kolom dan setipa kolom harus di isi dengan tulisan kolom pertama yaitu Narkotika yang kedua Psikotropika dan yang terakhir yaitu Zat Adiktif, setelah semua kelompok melakukan tugasnya baru masuk pada sesi menempel gambar – gambar NAPZA sesuai dengan kolom yang tersedia, di sini kita sebagai fasilitator dapat mengukur kemampuan anak akan seberapa tahukah anak paham akan NAPZA, setelah setiap kelompok melakukan tugasnya baru fasilitator menyuruh setiap ketua kelompok harus menempelkan hasil kerja kelompoknya di dinding dan fasilitator menyuruh kepada ketua kelompok harus bisa menjelaskan hasil kerja kelompoknya masing – masing supaya kelompok yang lainya bisa melakukan komentar kepada hasil kerja kelompok yang lainya.
Setelah setiap ketua kelompok menjelaskan hasil kerja kelompoknya barus di sini fasilitaor masuk untuk mulai memeriksa hasil kerja setiap kelompok anak dan mulai mengurutkan stiap gambar yang benar sesuai kolom. Setelah fasilitator melaukan penjelasan dan mengatur gambar yang benar sesuai kolom disini fasilitator harus bisa memberikan penjelasan akan mengapa gambar tersebut harus ada di kolom yang sedangkan anak menempelnya di kolom yang berbeda, maka disini mulai sesi diskusi antara fasilitaor dengan anak. Setelah semua anak sepakat dengan apa yang di katakana oleh fasilitaor kegiatan pun masuk ke sesi berikut.
Kegiatan di sesi ini yaitu masih anak berada di dalam kelompoknya dan di damping oleh setiap fasilitaor, sesi kegiatan yaitu kegiatan membuat kolase.
Kegiatan membuat kolase bahanya antara lain kertas flipchart, Koran bekas, penggaris sebagai penggantu gunting dan lem kertas. Kegiatan dimulai dengan menyruh anak supaya bisa mencari gambar ataupun tulisan yang ada di Koran bekas dan temanya sendir yaitu tema tentang NAPZA.
Kegiatan kolase sendiri sebenarnya hanya kegiatan melepas bosen saja dan memberikan motipasi kepada anak dengan memperlihatkan Koran bekas dan si anak bisa belajar menjadi seorang wartawan karena di sesi kegiatan kolase sendiri anak di dorong untuk berimazinasi dengan gambar yang ada di Koran bekas dan menyuruh mereka member judul gambar tersebut sesuai dengan tema yaitu NAPZA.
Setelah kegiatan membuat kolase selesai fasilitator kembali myuruh setiap ketua kelompok menempelkan hasil kolasenya ke dinding dan menyuruh ketua kelompok menjelaskan isi gambar dan judulnya.
Setelah itu acara kegiatan di tutup dengan meringkas proses yang telah di lalui di kegiatan tadi dan memberikan pertanyaan kepada para fasilitator akan apa yang kurang dari kegiatan yang telah di lakukan bersama anak – anak ABH tadi.
Untuk lebih jelas tentang kegiatan pendidikan tentang NAPZA kepada anak ABH di rutan dan Lapas, berikut SAP kegiatanya :

  NAPZA
@ Tujuan
*    Meningkatkan pengertahuan peserta tentang isu NAPZA
*    Mendorong peserta untuk mampu mengenali dan merumuskan isu tentang NAPZA

@ Alat dan bahan
   Koran/majalah bekas
*    Plifchart
*    Lem keras
*    Penggaris pengganti gunting
*    Spidol

@ Proses Fasilitasi
Langkah 1 – 10 menit
Bukalah pertemuan ini dengan penjelasan singkat tentang materi yang akan disampaikan.

Tempelkan dua lembar kertas flipchart di dinding jaraknya satu sama lain sekitar 3 meter. Buatlah sebuah titik dengan spidol di tengah-tengah kedua kertas flipchart. Titik tersebut harus bisa terlihat dengan jelas tetapi tidak terlalu besar. Bagi peserta menjadi dua kelompok dan minta mereka untuk berbaris di depan kedua flipcharts tersebut. Pastikan bahwa tiap tim memiliki jumlah anggota yang sama. Apabila jumlah peserta tidak sama maka (salah satu dari) fasilitator bisa bergabung. Masing-masing regu menunjuk orang yang berdiri paling depan barisan sebagai kapten regu.

Jelaskan peraturan permainan:
*    Di dalam permainan ini peserta akan membuat sebuah titik lain di atas titik yang sudah ada di kertas dengan menggunakan spidol.
*    Kapten regu mulai dengan hanya membuat sebuah titik dan menyerahkan spidol kepada orang pertama.
*    Orang pertama memutar badan 1 kali sebelum membuat titik kemudian menyerahkan spidol kepada orang kedua. Orang kedua akan memutar badan dua kali, lalu membuat titik dan menyerahkan spidol kepada orang ketiga. Orang ketiga memutar badan tiga kali sebelum membuat sebuah titik, dan seterusnya.
*    Setelah memutar badan, orang tersebut harus langsung membuat titik. Mereka tidak boleh menunggu sampai rasa pusingnya hilang.
*    Regu yang semua anggotanya sudah terlebih dahulu membuat titik memenangkan permainan.

Langkah 2 – 10 menit
Lakukan curah pendapat dengan mengajukan pertanyaan:
*    Apa yang terjadi selama permainan?
*    Bagaimana perasaannya ketika harus memutar-mutar badan di dalam permainan?
*    Apakah akibat dari memutar-mutar badan sama bagi semua orang?
*    Apakah kamu tahu apa yang terjadi setelah banyak mengkonsumsi minuman alkohol atau narkoba?
   Pernahkah kamu merasakan hal seperti ini? Bagaimana perasaanmu?
*    Apakah akibat mengkonsumsi alkohol atau narkoba sama bagi setiap orang?
*    Apa yang kamu ketahui tentang alkohol atau narkoba?

Langkah 3 – 30 menit
Bagi peserta kedalam kelompok. Mintalah kelompok untuk menempelkan gambar – gambar jenis NAPZA kedalam kolom di kertas flipchart. Lolom sendiri harus ada tiga kolom denga kelom pertama bertuliskan Narkotika kedua Psikotropika dan ketiga Zat adiktif
Tujuan :
Mengetahuai kemampuan dalam melihat gambar jenis NAPZA dan menempelkan sesuai kolom yang ada dan mengukur pemahaman anak akan NAPZA.

Langkah 4 –10 menit
Minta ketua dari setiap kelompok anak untuk bisa menjelaskan hasil kerja kelompoknya di depan kelompok yang lain. Setelah itu mulai tahap diskusi singkat denga anak akan kenapa yang bergambar jenis ini harus di kolom ini da itu, karena disini fasilitator dan anak akan melakukan sedikit perdebatan singkat.

@ Alat :
*    Ketas flipchart
*    Spidol
*    Lem ketas
*   Gambar jenis – jenis NAPZA

Langkah 5 – 45 menit
Bagi peserta ke dalam  kelompok. Mintalah kelompok untuk membuat kolase dengan bahan- bahan yang tersedia (sambil menjelaskan apa yang dimaksud dengan kolase kepada yang belum tahu) sesuai tema topik NAPZA. Doronglah diskusi untuk mengusulkan beragam judul, tulis beberapa di antaranya pada kertas flipchart.

Langkah 6 – 20 menit
Tempelkan hasil kerja kelompok pada dinding. Usahakan agar tiap kelompok menempelkan hasil kerja kelompoknya pada tempat yang agak berjauhan. Minta masing-masing kelompok untuk menentukan juru bicara kelompoknya. Tugas juru bicara adalah menjelaskan hasil kerja kelompok dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain. Selain itu, juru bicara tersebut harus menuliskan setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompopk  lain.

Anggota kelompok lain yang tidak menjadi juru bicara berkumpul. Jelaskan kepada mereka bahwa mereka akan diajak berkeliling mengunjungi sebuah 4 buah stand di sebuah pameran. Tugas mereka adalah menyimak penjelasan penjaga stand dan juga menanyakan bila ada yang perlu ditanyakan.

Langkah 7 – 15 menit
Tutuplah pertemuan ini dengan meringkas proses yang telah dilalui. Ajukan pertanyaan: informasi apa yang kamu dapat dan kamu berikan pada pertemuan ini?. Tegaskan bahwa kita semua bisa berada atau tidak dalam situasi yang digambarkan dalam kolase. Itu semua tergantung pilihan kita.
IMG_0152

IMG_0171

IMG_0329

IMG_0282

IMG_0287

IMG_0195


22250_232152379719_2000233_n

Kegiatan panduan pendidikan HIV/AIDS kepada anak Rutan dan Lapas
Kegiatan panduan pendidikan tentang HIV/AIDS kepada anak ABH yang ada di Rutan dan lapas dengan maksud mengembangkan informasi tentang HIV/AIDS kepada anak ABH sambil mendorong kemampuan anak ABH supaya mengetahui isu penting tentang HIV/AIDS dan mendorong kemampuan anak ABH untuk menyederhanakan tentang pemahaman HIV/AIDS
Kegiatan di mulai dengan mainkan game repleksi dahulu kepada anak ABH, tujuanya supaya anak bias mengeluarkan energy semangatnya untuk mengikuti kegiatan sambil meregangkan otot anak supaya anak tidak merasa lemas dan lesu dikarenakan anak ABH sendiri mereka setiap harinya selalu berada di dalam sel penjara.
Setelah melakukan game repleksi kepada anak kegiatan di mulai dengan proses fasilitasi dengan menjelaskan secara singkat kegiatan tentang isu HIV/AIDS kepada anak oleh fasilitator sambil anak – anak berada dalam posisi duduk melingkar dan sang fasilitator berada di tengah lingkaran yang di buat oleh anak-anak.
Setelah proses fasilitasi kegiatan masuk pada sesi pembagian kelompok dengan cara anak – anak yang tadinya melingkar mereka di suruh oleh fasilitator untuk berdiri masih dalam keadaan posisi melingkar, pembagian kelompok sendiri di bagi menurut ada banyaknya berapa orang fasilitator yang akan terlibat, karena setiap kelompok di haruskan di damping oleh satu fasilitator. Setelah fasilitator utama melihat akan berapa banyak orang fasilitator yang terlibat dan pada kegiatan yang kami lakukan jumlah fasilitator yang terlibat ada 6 orang fasilitator barulah pembagian kelompok di mulai, di karenakan fasilitator yang berjumlah 6 orang dan jumlah anak sendiri ada 27 anak ABH maka jumlah kelompok di bagi menjadi 5 kelompok karena fasilitator yang satu lagi dia akan kebagian tugas menjadi notulensi untuk mencatat kejadian penting di setiap kelompok.
Pembagian kelompok di lakukan dengan cara anak –anak berdiri melingkar dan setiap anak harus mulai berhitung dari angka satu sampai lima dan kembali ke angka satu sampai lima kembali, setiap anak yang kebagian angka satu mereka berkumpul dan membuat kelompok dengan anak yang juga kebagian angka satu dan di damping oleh seorang fasilitator.
Setelah pembagian kelompok sang fasilitaor utama mengumpulkan anak kembali dan masuk pada sesi acara menonton film dengan tema HIV/AIDS.
Setelah anak – anak menonton film tentang HIV/AIDS fasilitator utama mulai memanggil para fasilitator yang akan bertugas mendampingi setiap kelompok yang tadi sudah di buat, setelah itu baru fasilitator utama membagikan kertas flipchart dan spidol kepada masing – masing kelompok, dari sini peran para fasilitator yang menjadi pendamping anak pada setiap kelompok mulai melakukan akan apa yang di lakukan oleh anak – anak sambil mulai menjelaskan alat yang akan di pakai sambil member semangat kepada anak –anak .
Setelah anak – anak melakukan kegiatan kelompok, baru dari sini fasilitator utama kembali berperan karena untuk sesi ini adalah sesi di mana setiap ketua kelompok harus bias menjelaskan hasil kerja kelompok, setelah itu fasilitator utama member kesempatan kepada kelompok yang lain untuk memberi  komentar akan hasil kerja yang telah mempresentaikan hasil kerja kelompok.
Setelah semua anak sepakat akan hasil kerja setiap kelompok dan juga sudah tidak ada lagi debat dengan kelompok yang lainya dari sini fasilitaor utama menjelaskan point – point penting yang didapat dari kegiatan.
Sesi terakhir adalah sesi untuk para fasilitator untuk merangkum proses kegitan secara singkat.
Untuk lebih jelas akan apa yang telah kami lakukan dalam melakukan kegiatan tentang HIV/AIDS secara detail alur kegiatanya sebagai berikut SAP kegiatanya.
HIV/AIDS
@ Tujuan
*    Menumbuhkan dan mengembangkan informasi HIV/AIDS kepada anak-anak di Lapas dan Rutan
*    Mendorong kemampuan anak-anak di Lapas dan Rutan untuk mengetahui dan mengenali isu-isu penting HIV/AIDS
*   Mendorong kemampuan kemampuan anak-anak di Lapas dan Rutan untuk menyederahanakan pemahaman tentang HIV/AIDS

Š Waktu
100 menit

@ Alat dan bahan
Film
infocus
Kertas
Spidol
Malam

* Proses Fasilitasi
Langkah 1 – 10 menit
Jelaskan secara singkat bahwa pada pertemuan ini peserta akan diajak untuk membicarakan tentang isu HIV/AIDS. Bagilah peserta ke dalam 5 kelompok. Jelaskan bahwa setiap kelompok akan memiliki tugas. Informasi tentang tugas tersebut ada di film

Langkah 2 – 15 menit
Menonton film

Langkah 3 – 10 menit
Bagikan kertas flipchart dan spidol besar pada masing-masing kelompok. Mintalah masing-masing kelompok untuk menuliskan sebanyak mungkin tentang:
*    Informasi yang didapat
*   Hal-hal lain yang didapat dari film
*   Pendapat kelompok tentang HIV/AIDS

Langkah 4 – 30 menit
Bagikan malam kepada masing-masing kelompok. Mintalah kelompok untuk mendiskusikan dan membuat bentuk yang bisa mewakili tulisan-tulisan yang dibuat pada langkah 3.

Langkah 5 – 25 menit
Secara bergiliran kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok. Minta kelompok lain untuk memberi tanggapan. Catatlah point-point penting pada kertas flipchart.

Langkah 6 – 10 menit
Rangkumlah proses pertemuan secara ringkas. Tegaskan kembali point-point penting yang didapat dari pertemuan ini.

IMG_9961

IMG_9960

IMG_9962


Tobat

05Okt13

22250_232152379719_2000233_n

Saya anak bungsu dari dua bersaudara, dan saya lahir dalam keluarga. Ya…. bisa di bilang agak kurang baguslah keadaan keluarga saya…

Sekarang saya tinggal sama Ibu dan sekitar beberapa tahun ini saya harus membantu ibu.

Tapi bencana datang. Sudah sekitar satu bulan saya enggak bisa membantu Ibu, karena saya harus mempertanggung jawabkan yang saya  perbuat.

Saya  di sini di Kebonwaru kesepian, jauh dari keluarga, jauh dari teman-teman, jauh dari orang yang di sayang.

Tapi di balik itu semua Sandi mendapatkan Hikmah sama pelajaran di sini ( Kebonwaru ). Sebab kakalu di rumah atau di luar Sandi suka minum-minuman keras atau apalah kegiatan yang Negatif, tapi di sini ( Kebonwaru ) saya harus bisa menjadi yang lebih dari sekedar baik dari sebelumnya…

Semoga pulang nanti saya bisa lebih sayang kepada Orangtua…Amin…

Kebonwaru February 2013


22250_232152379719_2000233_n

Hari demi hari kujalani dengan apa adanya…

Saya sangat sedih telah berada di sini ( Penjara ).

Untung saya ketemu dengan kakak-kakak yang menghibur saya di sini.

Saya sangat berterima kasih kepada kakak-kakak yang mau dating menemui kita di sini ( Penjara ).

Kakak-kakak Perempuan dan laki-laki yang mau dating kesini ( Penjara ) dan yang tidak memandang saya “ NAPI” Kakak-kakak dating dengan dengan tulus dan tidak terpaksa untuk dating ke Rumah Tahanan Kebonwaru….

Mudah-mudahan kakak bias hadir lagi di setiap minggunya dan saya berharap kakak-kakak  bias dating lagi untuk menghibur anak-anak yang ada di sini ( Penjara ) terutama saya Rizki yang akan pasti hadir tiap minggu untuk mengikuti kegiatan yang kakak-kakak laksanakan, karena Rizki sangat terhibur sekali walau itu hanya seminggu sekali terima kasih kakak-kakak semuanya…Sekali lagi terima kasih…

Kebonwaru Desember 2012.


Saya Menyesal

05Okt13

22250_232152379719_2000233_n

Sekarang saya diam di Kebonwaru karena kesalahanku sendiri.

Karena dulu saya tidak sadar memakai Ganja.

Oleh karena itu dan menyesali atas kelakuanku ini.

Saya berniat kuat ingin menjadi orang yang lebih baik dan dholeh.

Berbakti kepada orangtua, Agama Nusa dan Bangsa.

Saya sungguh-sungguh ingin berubah…Ya Allah…..

Saya sangat…sangat…sangat Menyesal…!!!

Kebonwaru Desember 2012


Teralis Besi

05Okt13

22250_232152379719_2000233_n
Hari pertama aku masuk Teralis Besi, aku gak mengenal siapa-siapa. Kucoba buat berbaur dengan teman-teman yang ada di kamar.
Minggu pertama aku dapat teman satu dan dia juga baru masuk kemari-kemarin, dan aku mencoba membuat hari-hariku gak ada permasalahan.
Alhamdullilahnya juga aku beradaptasi sama orang-orang yang ada di kamar.
Tibanya hari pertamaku untuk di Sidang, disana ada Orangtuku, ada korbanya juga. Ternyata si korbanya juga belum memaapkan aku dan malah si korbanya itu memberatkan aku.
Sepulangnya dari siding banyak teman-temanku yang nanya “ Gimana Sidangnya Lancar “ aku jawab “ Alhamdullilah “ tetapi korbanya itu memberatkan banget , dan teman-temanku bicara, “ Banyak berdoa saja biar korbanya memaapkanmu “.
Tibalah siding kedua aku. Setelah Hakim berbicara ( Bla…Bla ) dan pali hakimpun mengetuk meja dan aku di jatuhi Vonis selama Satu Tahun dan aku hanya menerimanya saja tanpa banding dulu, aku hanya bias bersabar saja.
Sekian cerita dari saya. Saya harap yang berada di luar bias membaca cerita saya..

Kebonwaru Januari 2013


22250_232152379719_2000233_n

Sejak dulu ibu mengandung kitadan menjaga kita, Selama 9 bulan di dalam kandungan ibu !
Ibu tidak pernah kata cape maupun lelah, membawa kita kemana-kemana. Dan begitu besar jasa seorang ibu, sejak ibu mau melahirkan kita ibu mempertaruhkan nyawanya demi kita.
Ketika ibu mendengarkan suara jeritan  dan tangisan kita lahir dan ketika aku masih kecil aku selalu di timang-timang dan selalu di manja oleh ibu dan di berikan pakaian juga makana yang sehat dan di perhatikan oleh inu ketika aku mau tidur ibu selalu memberikan  dongeng-dongeng juga ceita-cerita dan ibu tidak lupa pula memberikan aku doa-doa agar aku setelah dewasa menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada Orangtua.
Begitu besar perjuangan seorang ibu kepada anaknya dan ibu rela mempertaruhkan nyawanya demi anaknya asalkan anaknya bahagia !
Ibu selalu bekerja banting tulang dan bekerja keras untuk mencari sesuap nasi demi anaknya.
Ibu tidak pernah mengenal kata cape atau lelah demi anaknya…
Terima kasih Ibu…”Maafkan selama ini yang selalu meminta danak pernah member kapadamu ibu”
Terima kasih Ibu…” Aku tidak mampu membalas semua yang telah ibu lakukan kepadaku”
“ Terima kasih Ibu “

Kebonwaru Desember 2012




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 272 pengikut lainnya.