Kegiatan tahapan panduan pendidikan NAPZA kepada anak Rutan dan Lapas

08Nov13

22250_232152379719_2000233_n

Kegiatan panduan pendidikan NAPZA kepada anak Rutan dan Lapas :
Kegiatan panduan pendidikan NAPZA bagi anak ABH di Rutan dan Lapas dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak ABH tentang NAPZA dan bahayanya juga mendorong anak ABH untuk mampu mengenali dan merumuskan isu tentang NAPZA, karena anak ABH sendiri mereka sebenarnya sudah apa itu NAPZA akan tetapi kami para voluntir relawan anak ABH ingin supaya anak ABH paham akan apa itu NAPZA.
Kegiatan di mulai dengan pembukaan singkat materi tentang NAPZA oleh fasilitator supaya anak bias mengerti akan kegiatan yang akan di lakukan.
Setelah pembukaan singkat tentan NAPZA baru fasilitator mulai dengan membagi kelompok sesuai dengan ada berapa fasilitator yang terlibat di kegiatan NAPZA, kebetulan waktu itu jumlah fasilitator sendiri ada 6 orang fasilitator dan 28 jumlah anak ABH yang ikut kegiatan, dengan jumlah 6 orang fasilitaor dan 28 anak ABH berarti secara biasa kelompok di bagi menjadi lima kelompok anak ABH dan setiap kelompok di damping oleh satu fasilitaot sedang sisa fasilitator dia bertugas memcatat kejadian – kejadian penting di kegiatan nanti yang akan di lakukan.
Setelah pembagian kelompok selasai baru fasilitator utama masuk pada sesi game, game sendiri sifatnya adalah anak supaya tidak terlalu kaku dan anak menjadi santai di saat mengikuti kegiatan.
Game yang kami lakukan adalah game membuat titik dengan alur seperti ini, fasilitator menempelkan kertas flipchar pada dinding sedang anak – anak yang tadi sudah membuat kelompok di suruh di setiap kelompoknya, stelah fasilitator menempelkan kertas flipchart ke dinding baru fasilitator memberikan satu spidol kepada setiap kelompok dan fasilitator mulai menjelaskan alur game yang akan di lakukan. Setelah fasilitaor menjelaskan alur game kepada anak baru game di mulai dengan setiap anak yang berada di baris pertama di setiap kelompoknya, anak di haruskan berputar sesuai urutan baris mereka, jadi kalau anak yang ada di baris pertama berarti anak harus berputar satu kali putaran begitupun yang di baris ke kedua berarti harus berputar duakali dan seterusnya, setelah berputar anak di suruh membuat titik di kertas yang tai sudah di temple di dinding, jarak antara kertas dan anak pun di atur supaya jangan terlalu dekat, jaraknya sendiri yaitu sekitar 3 meter dari kertas, setelah semua anak melakukan putaran dan membuat titik, baru fasilitator mulai menjelaskan makna dari game. Makna game sendiri yaitu supaya anak mengerti kenapa mereka harus berputar dan membuat titik, intinya tidak jauh seperti jikalau anak melakukan atau memakai narkoba mereka tetntu akan mersakan akan berapa banyak mereka memakainya, jadi di setiap putaran artinya kalau nanak memakai narkoba sesuai dengan putaran dan membuat titik, karena setiap putaran dilakukan sesuai urutan baris dari setiap anak, dan tentu saja yag berada di baris paling belakang berarti dia yang banyak melakukan putaran, jadi hamper sana jika kita mengkomsumsi narkoba dapat mengukur seberapa banyak kita memakainya. Setelah itu baru fasilitaor menjelaskan semua inti dari game tersebut kepada anak.
Setelah melakukan pembagian kelompok dan melakukan permainan game baru fasilitaor utama mulai masuk ke sesi selanjutnya yaitu sesi kegiatan setuju atau tidak, kegiatan sendiri dimulai dengan setiap fasilitaor yang mendampingi setiap kelompok anak harus membawa kelompok anak tersebut ke tempat yang tidak berdekatan dengan kelompok yang lain, setelah setiap kelompok mendapat tempat yang nyaman baru setiap fasilitaor memberikan satu kertas flipchart, gambar – gambar jenis NAPZA dan satu spidol. Dari sini fasilitaor yang ada di setiap kelompok harus bias menjelaskan tentang kegiatan yang akan di lakukan.
Kegiatan sendiri dimulai dengan setiap kelompok anak di suruh membuat table dari kertas yang di berikan tadi, table sendiri harus berjumlah tiga kolom dan setipa kolom harus di isi dengan tulisan kolom pertama yaitu Narkotika yang kedua Psikotropika dan yang terakhir yaitu Zat Adiktif, setelah semua kelompok melakukan tugasnya baru masuk pada sesi menempel gambar – gambar NAPZA sesuai dengan kolom yang tersedia, di sini kita sebagai fasilitator dapat mengukur kemampuan anak akan seberapa tahukah anak paham akan NAPZA, setelah setiap kelompok melakukan tugasnya baru fasilitator menyuruh setiap ketua kelompok harus menempelkan hasil kerja kelompoknya di dinding dan fasilitator menyuruh kepada ketua kelompok harus bisa menjelaskan hasil kerja kelompoknya masing – masing supaya kelompok yang lainya bisa melakukan komentar kepada hasil kerja kelompok yang lainya.
Setelah setiap ketua kelompok menjelaskan hasil kerja kelompoknya barus di sini fasilitaor masuk untuk mulai memeriksa hasil kerja setiap kelompok anak dan mulai mengurutkan stiap gambar yang benar sesuai kolom. Setelah fasilitator melaukan penjelasan dan mengatur gambar yang benar sesuai kolom disini fasilitator harus bisa memberikan penjelasan akan mengapa gambar tersebut harus ada di kolom yang sedangkan anak menempelnya di kolom yang berbeda, maka disini mulai sesi diskusi antara fasilitaor dengan anak. Setelah semua anak sepakat dengan apa yang di katakana oleh fasilitaor kegiatan pun masuk ke sesi berikut.
Kegiatan di sesi ini yaitu masih anak berada di dalam kelompoknya dan di damping oleh setiap fasilitaor, sesi kegiatan yaitu kegiatan membuat kolase.
Kegiatan membuat kolase bahanya antara lain kertas flipchart, Koran bekas, penggaris sebagai penggantu gunting dan lem kertas. Kegiatan dimulai dengan menyruh anak supaya bisa mencari gambar ataupun tulisan yang ada di Koran bekas dan temanya sendir yaitu tema tentang NAPZA.
Kegiatan kolase sendiri sebenarnya hanya kegiatan melepas bosen saja dan memberikan motipasi kepada anak dengan memperlihatkan Koran bekas dan si anak bisa belajar menjadi seorang wartawan karena di sesi kegiatan kolase sendiri anak di dorong untuk berimazinasi dengan gambar yang ada di Koran bekas dan menyuruh mereka member judul gambar tersebut sesuai dengan tema yaitu NAPZA.
Setelah kegiatan membuat kolase selesai fasilitator kembali myuruh setiap ketua kelompok menempelkan hasil kolasenya ke dinding dan menyuruh ketua kelompok menjelaskan isi gambar dan judulnya.
Setelah itu acara kegiatan di tutup dengan meringkas proses yang telah di lalui di kegiatan tadi dan memberikan pertanyaan kepada para fasilitator akan apa yang kurang dari kegiatan yang telah di lakukan bersama anak – anak ABH tadi.
Untuk lebih jelas tentang kegiatan pendidikan tentang NAPZA kepada anak ABH di rutan dan Lapas, berikut SAP kegiatanya :

  NAPZA
@ Tujuan
*    Meningkatkan pengertahuan peserta tentang isu NAPZA
*    Mendorong peserta untuk mampu mengenali dan merumuskan isu tentang NAPZA

@ Alat dan bahan
   Koran/majalah bekas
*    Plifchart
*    Lem keras
*    Penggaris pengganti gunting
*    Spidol

@ Proses Fasilitasi
Langkah 1 – 10 menit
Bukalah pertemuan ini dengan penjelasan singkat tentang materi yang akan disampaikan.

Tempelkan dua lembar kertas flipchart di dinding jaraknya satu sama lain sekitar 3 meter. Buatlah sebuah titik dengan spidol di tengah-tengah kedua kertas flipchart. Titik tersebut harus bisa terlihat dengan jelas tetapi tidak terlalu besar. Bagi peserta menjadi dua kelompok dan minta mereka untuk berbaris di depan kedua flipcharts tersebut. Pastikan bahwa tiap tim memiliki jumlah anggota yang sama. Apabila jumlah peserta tidak sama maka (salah satu dari) fasilitator bisa bergabung. Masing-masing regu menunjuk orang yang berdiri paling depan barisan sebagai kapten regu.

Jelaskan peraturan permainan:
*    Di dalam permainan ini peserta akan membuat sebuah titik lain di atas titik yang sudah ada di kertas dengan menggunakan spidol.
*    Kapten regu mulai dengan hanya membuat sebuah titik dan menyerahkan spidol kepada orang pertama.
*    Orang pertama memutar badan 1 kali sebelum membuat titik kemudian menyerahkan spidol kepada orang kedua. Orang kedua akan memutar badan dua kali, lalu membuat titik dan menyerahkan spidol kepada orang ketiga. Orang ketiga memutar badan tiga kali sebelum membuat sebuah titik, dan seterusnya.
*    Setelah memutar badan, orang tersebut harus langsung membuat titik. Mereka tidak boleh menunggu sampai rasa pusingnya hilang.
*    Regu yang semua anggotanya sudah terlebih dahulu membuat titik memenangkan permainan.

Langkah 2 – 10 menit
Lakukan curah pendapat dengan mengajukan pertanyaan:
*    Apa yang terjadi selama permainan?
*    Bagaimana perasaannya ketika harus memutar-mutar badan di dalam permainan?
*    Apakah akibat dari memutar-mutar badan sama bagi semua orang?
*    Apakah kamu tahu apa yang terjadi setelah banyak mengkonsumsi minuman alkohol atau narkoba?
   Pernahkah kamu merasakan hal seperti ini? Bagaimana perasaanmu?
*    Apakah akibat mengkonsumsi alkohol atau narkoba sama bagi setiap orang?
*    Apa yang kamu ketahui tentang alkohol atau narkoba?

Langkah 3 – 30 menit
Bagi peserta kedalam kelompok. Mintalah kelompok untuk menempelkan gambar – gambar jenis NAPZA kedalam kolom di kertas flipchart. Lolom sendiri harus ada tiga kolom denga kelom pertama bertuliskan Narkotika kedua Psikotropika dan ketiga Zat adiktif
Tujuan :
Mengetahuai kemampuan dalam melihat gambar jenis NAPZA dan menempelkan sesuai kolom yang ada dan mengukur pemahaman anak akan NAPZA.

Langkah 4 –10 menit
Minta ketua dari setiap kelompok anak untuk bisa menjelaskan hasil kerja kelompoknya di depan kelompok yang lain. Setelah itu mulai tahap diskusi singkat denga anak akan kenapa yang bergambar jenis ini harus di kolom ini da itu, karena disini fasilitator dan anak akan melakukan sedikit perdebatan singkat.

@ Alat :
*    Ketas flipchart
*    Spidol
*    Lem ketas
*   Gambar jenis – jenis NAPZA

Langkah 5 – 45 menit
Bagi peserta ke dalam  kelompok. Mintalah kelompok untuk membuat kolase dengan bahan- bahan yang tersedia (sambil menjelaskan apa yang dimaksud dengan kolase kepada yang belum tahu) sesuai tema topik NAPZA. Doronglah diskusi untuk mengusulkan beragam judul, tulis beberapa di antaranya pada kertas flipchart.

Langkah 6 – 20 menit
Tempelkan hasil kerja kelompok pada dinding. Usahakan agar tiap kelompok menempelkan hasil kerja kelompoknya pada tempat yang agak berjauhan. Minta masing-masing kelompok untuk menentukan juru bicara kelompoknya. Tugas juru bicara adalah menjelaskan hasil kerja kelompok dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain. Selain itu, juru bicara tersebut harus menuliskan setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompopk  lain.

Anggota kelompok lain yang tidak menjadi juru bicara berkumpul. Jelaskan kepada mereka bahwa mereka akan diajak berkeliling mengunjungi sebuah 4 buah stand di sebuah pameran. Tugas mereka adalah menyimak penjelasan penjaga stand dan juga menanyakan bila ada yang perlu ditanyakan.

Langkah 7 – 15 menit
Tutuplah pertemuan ini dengan meringkas proses yang telah dilalui. Ajukan pertanyaan: informasi apa yang kamu dapat dan kamu berikan pada pertemuan ini?. Tegaskan bahwa kita semua bisa berada atau tidak dalam situasi yang digambarkan dalam kolase. Itu semua tergantung pilihan kita.
IMG_0152

IMG_0171

IMG_0329

IMG_0282

IMG_0287

IMG_0195

Iklan


No Responses Yet to “Kegiatan tahapan panduan pendidikan NAPZA kepada anak Rutan dan Lapas”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: